Assalam'úalaikum.wr.wb
.::Aku harap agar segala bentuk penulisan ku, mampu menginspirsi kita semua::.
Aku lihat sesuatu di ujung sanaTerang…sampai mataku terpana dengan sejuta TanyaPerlahan tanpa pasti aku mendekatinyaNamun semburat silaunya hilang…sekejapnyaLantas aku mengira ini hanya sebuah fanaSeperti para pujangga yang berbicara di syair khayalnyaDalam dimensi ujung gelap itu aku berkataApa dan siapa dia sebenarnyaDatang dan pergi seenaknyaTetapi dia hanya diam disaat Tanya datangAkupun terdiam menunggu entah darinyaSekejap suasana hening, sampai ia berani menampakan dirinyaSamar-samar Aku mulai tahu siapa diaTernyata dia mella puspita.
true: 06092010
-SEBATAS ANGAN DAN MATA-
mungkin hanya sebatas harap
ketika rasa itu benarbenar pergi dariku
ketika aku pun lelah mengurai tanda tanya segitiga semu
memang hanya sebatas harap
lelah juga pada akhirnya
mungkin juga yang kau butuhkan adalah seperangkat perhiasan berkilau
dari pada melihat wujud seorang penggila
meski engkau menolak anggapan itu
terlihat jelas di depan mata
cinta sebatas mata dan situasi
sungguh tidak indah kisah ini
aku tak mampu lagi menyerap lukaluka
cukup sebatas angan saja
cinta ini bersarang
meski juga kadang merindukan
namun seperti yang pernah tertulis bahwa ada hal yang lebih baik dan penting
cukup sebatas mata saja
engkau mempermainkan perasaan
meski harus sakit merelakan
Semoga tuhan membahagiakanmu selalu. :D
DIANTARA CERITA ITU..!!
diantara cerita itu, kudapati hatiku berguncang...
airmata ini tak dapat kuhentikan dan bibir terbungkam...
sesak di dada menyelimuti hariku, rindu dan asa berbaur dalam alunan lagu...
lagu tentang cinta...lagu tentang kematian...lagu tentang kehidupan...
perjumpaan perpisahan, kehidupan kematian, suka dan duka..
dua hatio yang saling mengisi
.::SEKALI DAN TAK MAU KEMBALI::.
aku yang perna mencoba mengetuk hatimu...
sabar yang jauh dari sifatku hadir hanya untukmu...
mencoba merengkuhmu dari siksa masa lalu...
mencoba mengerti apa yg ada didirimu..
setulus hati pengorbananku walau hanya jadi angin lalu dihidupmu...
kini sia-sia sudah air mata...
ketika aku tau semua hanya tipuan belaka...
wajah ayu dan lugu itu hanya topeng untuk menutupi kejamnya dirimu...
kau telah berdua denganya...
selama aku mencurahkan segalanya...
memberimu tulus dengan rasa..
namun kau tukar dengan luka..
kini aku mengerti..
kau hanya ingin menyakiti hati yang pernah kau curi...
aku tak mau tau lagi...
mencintaimu jika akhirnya aku yg tersakiti..
hanya sekali saja dan tak mau kembali...
karna dirimu bukan arti dari cinta sejati..
.::RASA INI::.
Bertahun lalu, aku mencoba untuk melupakan rasa ini,
yang manis dan penuh ambigu.
Ketika mengenalnya, hanya rasa keanggunan yang bersinar dan menyinari tempat gelapku.
Anggun. Manis.
Tapi angkuh tiada tara.
Rasa ini berlumur dengan kesombongan dan keangkuhan.
Maka saat aku diharuskan untuk melepaskan rasa ini, karena keangkuhannya,
lalu kuakui aku telah kalah, karena selalu melakukan kesalahan yang sama.
Salah dan kalah. Dan selalu seperti itu.
Sampai akhirnya aku harus menangis lagi untuk menghapus rasa ini.
Rasa manis yang manis.
Hanya dengan kepahitan, aku dapat menanggalkan rasa ini selamanya.
Kenapa?
Kenapa aku harus melupakan rasa ini?
Dan menangis tersedu ketika melakukannya?
Dan mengapa selalu terulang?
.::RASA INI::.
Bertahun lalu, aku mencoba untuk melupakan rasa ini,
yang manis dan penuh ambigu.
Ketika mengenalnya, hanya rasa keanggunan yang bersinar dan menyinari tempat gelapku.
Anggun. Manis.
Tapi angkuh tiada tara.
Rasa ini berlumur dengan kesombongan dan keangkuhan.
Maka saat aku diharuskan untuk melepaskan rasa ini, karena keangkuhannya,
lalu kuakui aku telah kalah, karena selalu melakukan kesalahan yang sama.
Salah dan kalah. Dan selalu seperti itu.
Sampai akhirnya aku harus menangis lagi untuk menghapus rasa ini.
Rasa manis yang manis.
Hanya dengan kepahitan, aku dapat menanggalkan rasa ini selamanya.
Kenapa?
Kenapa aku harus melupakan rasa ini?
Dan menangis tersedu ketika melakukannya?
Dan mengapa selalu terulang?

No comments:
Post a Comment